Kamis, 23 November 2017

Sejarah El Clasico, Kepala Babi Terbang ke Arah Luis Figo


OLE777 - Melihat pemain kesayangan membelot ke tim lawan tentu menimbulkan rasa kecewa terutama di pihak suporter. Luis Figo jadi contoh paling fenomenal.

Apalagi tim tersebut punya label sebagai rival abadi, si pemain bisa mendapat perlakuan tak nyaman saat bertemu lagi.

Pada awal milenium, mantan pesepak bola terbaik dunia Luis Figo pernah merasakan ketidaknyamanan itu.

Hengkang dari Barcelona, Figo yang awalnya mengukuhkan setia malah menyeberang ke klub lain pada 24 Juli 2000.

Musuh bebuyutan Barcelona yaitu Real Madrid menjadi klub baru pria asal Portugal.

Sejak saat itu otomatis ia menjadi pemain paling dibenci Barcelonistas.

Segala cacian keluar dari mulut fan Barca, mulai dari "Judas", "pengkhianat", "bajingan", dan "mata duitan" untuk Figo yang berlaga di lapangan.

Figo sendiri di Madrid mempunyai tugas yang cukup sulit saat bertemu Barcelona di laga bertajuk el clasico.

Ia menjadi pemain andalan melakukan sepak pojok.



Hasilnya bisa diketahui, Figo menjadi target dari sebagian puluhan ribu pendukung Barcelona saat Madrid bertandang di Stadion Camp Nou.

Mulai dari koin sampai botol minuman mengarah ke pemain yang handal mendribel bola itu.

Pada 23 November 2002 bertempat di Camp Nou, suporter garis keras Barcelona Boixos Nois melempar benda tak biasa ke arah Figo.

Kepala babi terbang mengarah Figo yang hendak mengambil sepakan sudut.

Gempar? Tentu saja, laga itu bahkan dikenal di Spanyol dengan sebutan "Partido de la Verguenza" yang berarti "Laga yang Memalukan".

Suasana ricuh sehingga laga dihentikan wasit selama 16 menit.


Kapten Madrid, Raul Gonzalez, menginstruksikan rekan setimnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Setelah berdiskusi dengan wasit Medina Cantalejo pemain Madrid akhirnya diungsikan ke luar lapangan dengan pengawalan ekstra dari pihak keamanan.

Keputusan Madrid meninggalkan lapangan membuat pelatih Barcelona Louis van Gaal kecewa berat pada keputusan wasit yang menghentikan laga saat timnya mendominasi.

"Kami pantas memenangi laga malam itu. Saya kecewa, tapi bukan kepada pemain, melainkan wasit. Pemain tampil bagus, terutama Xavi, Gabri, dan Juan Riquelme," ucap Van Gaal.

Figo yang mendapat teror kepala babi juga dikambinghitamkan Van Gaal.

Pelatih asal Belanda menyebut suporter Barcelona bertindak wajar pada Figo yang membelot ke Real Madrid.

"Pelemparan adalah bentuk kekesalan suporter dan Figo-lah yang memprovokasi keadaan itu," ujar Van Gaal yang BolaSport.com kutip juga dari arsip ESPN.

"Ia jalan ke arah sudut dengan pelan, mengambil botol dengan santainya, kembali lagi ke sudut..."

"Dan semua ini ada tindakan kesadaran dan unsur kesengajaan, tanpa wasit menggubris untuk menghentikannya," katanya lagi.

Presiden Barcelona Joan Gaspart mengkritik hal serupa untuk Figo.

"Provokasi Figo di luar tempatnya dan sangatlah tak pantas." 
"Saya tak bisa terima orang seperti itu datang ke rumah saya untuk melakukan provokasi," ungkap Gaspart.

Figo sendiri enggan meminta maaf soal itu.

"Saya tak tahu kalau Gaspart kesal."

Figo juga mengomentari pernyataan Van Gaal yang menyudutkan dirinya.

"Heran, Van Gaal bisa mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan saya di depan media usai pertandingan."

"Dia harusnya ingat betapa sering saya membantu tim sewaktu masih berseragam Barcelona."
"Saya menyelamatkan (karier) dirinya lebih dari sekali," pungkas Figo.


Pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali hingga usai.

Tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit, tiga untuk Barcelona dan empat untuk Real Madrid salah satunya untuk Figo.

Skor kacamata 0-0 menutup laga penuh gengsi bertensi tinggi itu.

Rabu, 22 November 2017

Ricuh! Wasit Laga PSIS vs PSPS, Di Kejar Pemain PSPS & Official PSPS

Image Credit: Bobotoh.id

OLE777 - Sepakbola Indonesia kembali dinodai oleh tindakan yang tak terpuji.

Wasit Saepudin yang memimpin laga PSIS Semarang melawan PSPS Riau di babak 8 besar Liga 2 dikejar-kejar oleh ofisial tim.

Sepakbola Indonesia kembali dinodai oleh tindakan yang tak terpuji. Wasit Saepudin yang memimpin laga PSIS Semarang melawan PSPS Riau di babak 8 besar Liga 2 dikejar-kejar oleh ofisial tim.

Kejadian tersebut bermula saat salah satu pemain PSPS dijatuhkan oleh pemain PSIS di area kotak penalti menjelang pertandingan berakhir. Namun sang wasit menganggap bahwa kontak yang terjadi bukanlah suatu pelanggaran.

Pemain PSPS yang tak terima dengan keputusan wasit pada penghujung laga akhirnya melakukan protes keras. Tak berhenti sampai disitu, wasit yang merasa tertekan memilih untuk mengakhiri laga dan berlari menuju ruang ganti.



Tak disangka bahwa aksi wasit Saepudin yang berlari keluar lapangan itu memicu kemarahan pemain dan ofisial PSPS semakin menjadi. Bahkan, seorang ofisial PSPS yang mengenakan jaket merah sempat memukul wasit yang berlari di lapangan menuju ruang ganti.

Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Selasa (21/11/17), berakhir imbang 1-1. Hasil itu membuat PSPS Riau gagal lolos ke babak semifinal.

Asisten manajer PSPS, Alsitra mempertanyakan kinerja wasit tersebut. Bahkan ia juga heran saat pengadil memberhentikan pertandingan, padahal waktu masih tersisa.


"Saya sebagai manajer, bertanggung jawab atas kekalahan ini. Tapi perlu diingat, waktu belum habis kenapa wasit lari keluar dan meniupkan peluit panjang. Di kotak ada pelanggaran, dia lari keluar. Coba dipikir ada apa?" ucapnya.

Alsitra menambahkan akan melayangkan protes atas kepemimpinan wasit. Dia bahkan mengancam klubnya akan pindah ke Liga Singapura bila PSSI tidak mendengarkan protes mereka.


"Ini pertandingan belum habis, kami tidak akui kami kalah kau ini tidak digubris PSSI. Posisi kami di Riau dekat dengan Malaysia dan Singapura, kami akan pindah ke Liga Singapura, enggak mau main di Indonesia," tegasnya.

Menurut Oleners , Apakah Pantas Pemain Dan Official PSPS Mengejar Wasit dan Hendak Melakukan Kekerasan Terhadap Pengadil Lapangan ?

Selasa, 21 November 2017

Selangor FA Iming-imingi Evan Dimas Gaji 26 Kali Lipat


OLE777 - Langkah Evan Dimas untuk merumput di Malaysia musim depan bersama Selangor FA semakin pasti.

Naik 26 Kali Lipat, Begini Perbandingan Gaji Evan Dimas dengan Pemain Termahal di Liga Malaysia

Hal itu ditegaskan langsung oleh Manajer Bhayangkara FC Sumardji.

Diakui pelatih Selangor FA, P Maniam, ia tidak sendiri dalam perburuan Evan Dimas.

Masih ada sejumlah klub Liga Super Malaysia yang berniat menggaet sang pemain.

Untuk memenangi persaingan, Selangor FA pun menawarkan iming-iming besar dalam hal gaji.

Dilansir dari Harian Metro, klub tersebut siap menawarkan gaji sebesar 83.000 ringgit per bulan (setara Rp 269,7 juta).



Nominal ini sangat jauh berbeda dengan penghasilan yang diraup Evan Dhimas setiap bulan di Bhayangkara FC.

Musim lalu, Evan Dhimas digaji sekitar 10 juta rupiah per bulan di klub yang memenangi Liga 1 musim 2016/2017 ini.

Artinya di Selangor FA, Evan Dhimas akan mengantongi gaji 26 kali lebih besar dari gajinya di Bhayangkara FC.

Nilai itu belum termasuk fasilitas apartemen dan mobil yang wajib diberikan klub ke pemain asing.

Jika dibandingkan dengan pesepak bola lain yang merumput di Malaysia, gaji Evan Dhimas tergolong cukup mentereng.

Saat ini status sebagai pemain termahal di Malaysia dipegang oleh pemain asal Lebanon, Mohammed Ghaddar yang bermain untuk Johor Darul Ta'azim.


Menurut media Malaysia, Ghaddar memiliki gaji sekitar 170-200 ribu ringgit Malaysia atau sekitar 554-652 juta rupiah per bulan.

Selain Evan Dhimas, Ilham Udin Armaiyn dikabarkan akan menjadi pemain Bhayangkara FC kedua yang menyusul ke Selangor FA.

Mantan Pemain West Ham Tertarik Latih Persib ?


OLE777 - Pelatih asal Inggris, Peter Butler, mengaku tertarik untuk menangani Persib Bandung pada musim kompetisi 2018. Demikian klaim agen Butler, Edy Syahputra.

Menurut Edy, selain tim berjulukan Maung Bandung, mantan pelatih Persiba Balikpapan ini juga tertarik untuk menangani beberapa tim Liga 1 lainnya. Hanya, Edy tidak menyebutkan klub mana saja yang ingin dilatih oleh Peter.

"Peter mencatat lima klub besar yang ingin dia pegang, salah satunya Persib Bandung. Sekarang dia masih di Inggris," kata Edy kepada wartawan, Senin (20/11/2017).


Edy menambahkan, pelatih yang sudah kenyang pengalaman di sepak bola Asia Tenggara itu, sangat tertarik untuk kembali berkarier di Indonesia. Beberapa klub sudah menjalin komunikasi dengan eks pemain West Ham United tersebut.

"Indonesia selalu menjadi daya tarik Peter. Dia juga sedang berkomunikasi dengan salah satu tim lain di Indonesia selain Persib," ucapnya.

Jika bisa melatih Persib, Peter berhasrat mengembalikan derajat tim beralias Pangeran Biru tersebut. Terlebih lagi, ada penurunan karena Persib cuma finis di posisi ke-13 pada Liga 1 musim 2017.



#OLE777 #JudiOnline #Taruhanbola #TaruhanSbobet #JudiBola #AgenTerpercaya #AgenTerbesar #Agenjudi #AgenBola 

Senin, 20 November 2017

Uji Coba Timnas Vs Guyana Pindah ke Stadion Patriot


Jakarta - Venue laga uji coba antara Timnas Indonesia melawan Guyana mengalami perubahan. PSSI memutuskan untuk menggelarnya di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.

Awalnya, pertandingan uji coba Timnas dengan Guyana dijadwalkan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada 25 November. Namun, karena beberapa pertimbangan laga itu dipindah ke Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menjelaskan salah satu alasannya karena Stadion Wibawa Mukti perlu istirahat. Sementara, Stadion Patriot tidak sedang digunakan.

"Kami melihat karena rumput di Stadion Wibawa Mukti sudah terlalu lelah dipakai Timnas," ungkap Tisha saat dihubungi pewarta, Senin (20/11/2017).


Dengan pindahnya venue uji coba tersebut, tempat pemusatan latihan juga digeser ke Bekasi. Itu agar jarak penginapan dengan stadion lebih dekat,

"Pada 23 November tim akan pindah latihan di Bekasi. Jadi dekat dengan venue pertandingan nanti," ujar dia.

Timnas Indonesia telah menjalani dua laga uji coba, yang pertama timnas U-23 vs Suriah U-23 pada 18 November dan Timnas senior vs Suriah U-23. Kedua laga itu berakhir dengan kekalahan 2-3 dan 0-1.

Dalam dua laga itu, stadion sepi penonton.


#OLE777
#OLE777
#GOL777
#GOL777

Jumat, 17 November 2017

Piala Dunia Tanpa Italia? Ini 32 Negara Yang Tampil di Putaran Final Piala Dunia 2018 Russia


OLE777 - Lengkap sudah 32 tim yang akan tampil pada putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan. Timnas Peru menjadi tim terakhir yang meraih tiket ke perhelatan bergengsi empat tahunan ini.

Peru lolos ke Piala Dunia setelah mengalahkan Selandia Baru di Stadion Nasional, Lima, dengan skor 2-0 pada laga leg kedua play-off, Kamis (16/11) pagi WIB. Jefferson Farfan dan Christian Ramos mencetak gol pemasti kemenangan Peru sekaligus lolos dengan keunggulan agregat 2-0 atas lawannya itu.

Bagi Peru, lolos ke Piala Dunia kali ini adalah untuk kelima kalinya dalam sejarah. Kesebelasan berjuluk La Blanquirroja itu terakhir kali bermain ajang bergengsi ini pada Piala Dunia 1982. Sedangkan prestasi terbaik mereka adalah menembus babak perempat final pada Piala Dunia 1970.

Dengan kelolosannya ini, maka Peru menjadi tim kelima asal Amerika Selatan yang memastikan langkah ke Rusia tahun depan. Peru mengikuti jejak Brasil, Uruguay, Argentina, dan Kolombia.

Seperti di Piala Dunia sebelumnya, zona Eropa (UEFA) menempatkan wakil terbanyak di putaran final. Di Piala Dunia 2018 ini, Eropa diwakili oleh 14 tim, termasuk tuan rumah Rusia.


Peserta terbanyak berikutnya berasal dari zona Amerika Selatan (CONMEBOL), zona Afrika (CAF), dan zona Asia (AFC) yang masing-masing menempatkan lima tim.

Sedangkan zona Amerika Tengah dan Utara (CONCACA) diwakili oleh tiga tim, setelah satu kandidat lainnya, yaitu Honduras disingkirkan oleh Australia di babak play-off.

Nasib malang datang dari Italia dimana mereka harus gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2018 di Russia. Putaran kedua menghadapi Swdia menjadi pertandingan terakhir Italia karena kalah agregat 1-0 atas Swedia. Apakah ini tanda kemunduran sepakbola Italia?

Berikut adalah daftar 32 negara yang lolos ke Piala Dunia 2018:

Tuan Rumah: Rusia.
Zona Eropa (UEFA): Belgia, Jerman, Inggris, Spanyol, Polandia, Islandia, Serbia, Portugal, Perancis, Swiss, Kroasia, Swedia, Denmark.
Zona Amerika Selatan (CONMEBOL): Brasil, Uruguay, Argentina, Kolombia, Peru.
Zona Asia (AFC): Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Australia.
Zona Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF): Meksiko, Kosta Rika, Panama.
Zona Afrika (CAF): Nigeria, Mesir, Senegal, Maroko, Tunisia.

Kamis, 16 November 2017

Ricuh Pemukulan Oknum Bonek, Andie Peci Minta Maaf


OLE777 - Laga Persebaya vs PSIS Semarang yang digelar kemarin (15/11) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api telah terjadi hal yang tidak menyenangkan. Pasalnya suporter Persebaya dikabarkan melakukan pemukulan dan juga aksi penjarahan terhadap salah satu teknisi Stadion Gelora Bandung lautan Api.

Persebaya yang melakukan laga playoff Liga 2 yang tergabung di grup Y berhasil memetik kemenangan 1-0 atas lawan pertamanya, PSIS Semarang. Pasalnya Persebaya mendapatkan dukungan moral yang besar karena ribuan Bonek ikut mengawal Persebaya ke Bandung.

Sayangnya dibalik kemenangan tersebut nama baik Persebaya dan Bonek kembali tercoreng berkat tindakan tidak terpuji dari salah satu oknum Bonek. Adapun kejadian tersebut diunggah oleh akun Twitter Dispora Bandung yang menyebut ada tindakan pemukulan dari oknum Bonek terhadap teknisi Stadion GLBA (Saat ini cuitan tersebut telah dihapus pihak Dispora Bandung).

Tidak hanya Dispora Bandung, foto korban pemukulan juga diunggah oleh akun Bandoeng.Fans di Instagram. Akun tersebut menyayangkan aksi pemukulan dan perampasan oleh oknum Bonek karena hal itu membuat nama baik Bonek kembali tercoreng.


Kordinator Bonek, Andie Peci angkat bicara terkait insiden pemukulan teknisi GLBA oleh oknum Bonek. Andie meminta maaf ata perbuatan tidak terpuji tersebut dan berjanji akan menceritakan kronologi kepada pengurus Viking dan Bomber.



Tak hanya minta maaf, Andie Peci bersama rekan pentolan Bonek juga menjenguk korban di rumah sakit dan menghantarkan korban kepada keluarganya.

Hingga saat ini pihak kepolisian, maupun Bonek dan Dispora Bandung belum memberikan info terbaru seputar kasus ini. Namun sempat terdengar bahwa salah satu oknum pengeroyokan atas teknisi GLBA sudah ditangkap oleh pihak Kepolisian kota Bandung.

Rabu, 15 November 2017

Syarat Dapatkan Lisensi AFC, PSSI Dorong Klub Harus Memiliki Akademi


OLE777 - Pesatnya perhelatan sepakbola Indonesia yang kian berkembang, PSSI akan mendorong klub-klub sepakbola Indonesia untuk membangun akademi yang direncanakan tahun depan. Hal tersebut upaya klub untuk mendapatkan lisensi resmi klub profesional AFC.

Tahun ini hanya lima klub yang berhasil mendapatkan lisensi dari AFC. Lisensi ini sangat dibutuhkan sebuah klub untuk dapat tampil di kompetisi Asia dan unsur pembinaan yang juga merupakan salah satu syarat.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan segera adanya penerapan club liscensing. Klub harus lebih dewasa soal liscensing ini sebagai kebutuhan mereka, karena liscensing adalah status profesional mereka yang nantinya akan memberikan keuntungan kembali ke klub.

OLE777 - Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria

Aspek lainnya dari liscensing ini adalah sporting, yaitu adanya jenjang di Elite youth academy. Bukan sekolah sepakbola, karena ini beda. Elite youth academy ini wajib terintregasi langsung dengan klub.

Tahun ini PSSI juga meluncurkan buku Filosofi Sepakbola Indonesia (filanesia) yang diharapkan bisa menjadi acuan dari tiap pelatih untuk mendidik para bibit muda pesepakbola tanah Air sesuai dengan filosofi yang diinginkan.

"Maka dari itu PSSI akan fokuskan agar setiap klub memiliki direktur teknik yang nantinya bisa membuat konsep youth academy yang menerapkan filanesia ini di 2018", ungkap Tisha selaku Sekjen PSSI yang memiliki beasiswa FIFA Master.

Selasa, 14 November 2017

Drama Melanda Liga 1 Indonesia "Kebingungan"


OLE777 - Liga Indonesia kasta tertinggi akhirnya resmi berakhir yang ditandai dengan kekalahan Bhayangkara FC dari Persija Jakarta dengan skor akhir 1-2, Minggu (12/11).

Dengan akhir laga tersebut, maka Bhayangkara FC keluar sebagai juara dengan pengumpulan 68 poin. Disamping itu ternyata Bali United yang berada di perngkat dua memiliki poin yang sama dengan Bhayangkara FC dan memiliki gol lebih banyak. Hanya saja Bhayangkara FC unggul head to head atas Bali United.

Berikut dimana momen bahagia Bhayangkara FC sebagai pemenang Liga 1 Indonesia. Wajah para pemain terlihat sumringah setelah menerima trofi juara Liga 1 Indonesia musim ini yang disponsori oleh Gojek dan Traveloka.


Dipihak lain, Bali United juga merayakan momen sebagai juara yang tak kalah meriahnya. Dalam sebuah pesta bersama para suporter di kandang sendiri, raut para pemain pun tak kalah gembira dari para pemain Bhayangkara FC. Mereka mengenakan kaos putih dengan tulisan 'Champions' di bagian dada.


Ini menjadi momen yang sangat membingungkan dimana ada dua klub yang juara. Sebenarnya apa yang terjadi dan siapakah yang menjadi pemenang sebenarnya?

Operator Liga Indonesia dan PSSI sendiri memutuskan Bhayangkara FC yang keluar sebagai juara. Sementara di pihak lainnya, banyak orang mengatakan Bali United lah yang pantas menjadi juara Liga 1 Indonesia meski tanpa mahkota.

Bermula dari Bali United yang berada di posisi puncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan perolehan 68 poin sedangkan Bhayangkara FC yang berada di posisi kedua klasemen dengan perolehan 66 poin.

Klasemen tersebut tidak memperhitungkan tambahan dua poin yang didapatkan Bhayangkara FC dari hukuman Komidis Disiplin PSSI buat Mitra Kukar. Laga yang semula berakhir imbang 1-1, akhirnya dinyatakan Komdis dimenangi oleh Bhayangkara FC karena Mitra Kukar melakukan pelanggaran dengan menurunkan pemain yang tengah dihukum.


Jangankan PSSI,  federasi sepakbola Internasional sekelas FIFA saja juga dibuat bingung oleh sepakbola di negeri ini. Tetapi kekeliruan tersebut telah direvisi. Di laman resmi FIFA juga telah muncul klasemen terbaru yang dimana Bhayangkara FC lah yang keluar sebagai juara.

Tak luput dari sorotan netizen di Twitter, berbagai komen lucu dilontarkan oleh salah satu netizen bernama Rahman dengan kicauan "Sidang komdis pssi memutuskan: FIFA tidak boleh berkecimpung di dalam sepak bola Indonesia selama 6 bulan dan denda 1 miliar"

Sedangkan netizen lainnya malah memanfaatkan momen tersebut dengan kejengkelan mereka. "Bukti ketidakberesan liga kasta tertinggi di Indonesia, ada dua versi klasemen terakhir. Hasil hitung PSSI dan FIFA. Dagelan bola lokal diperjelas dunia."

Bingung kan?

Sama..Min juga bingung, mau dibawa kemana arah sepakbola Indonesia kedepannya?

Senin, 13 November 2017

Detik - detik Kericuhan Bobotoh


OLE777 - Persib Bandung benar-benar harus menelan pil yang pahit musim Liga 1 2017. Keterpurukan selama perhelatan kompetisi ditutup dengan hasil buruk, dengan menelan kekalahan memalukan dari Perseru Serui, 0-2, Minggu (12/11/2017), di partai terakhir liga, di Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Hasil tersebut membuat Perseru sukses terhindari dari degradasi sementara Persib dipastikan finis di posisi 13.

Begitu pertandingan memasuki menit ke-90, flare mulai dinyalakan di Stadion Si Jalak Harupat.
Bahkan bobotoh berhasil masuk ke pinggir lapangan melalui pintu samping VIP. Kekalahan di kandang itu semakin menyedihkan karena diwarnai aksi ricuh Bobotoh yang meluber ke dalam Stadion Si Jalak Harupat.

Pintu gerbang samping utara sempat jebol dan dimasuki fans Persib yang berada di luar stadion ketika masih berlangsungnya pertandingan. Mereka terlihat meluapkan kekecewaannya dengan memeluk pemain. Para pemain Persib Bandung pun sempat tertahan di tengah lapangan akibat pintu masuk lorong pemain dipenuhi oleh bobotoh.

Saat memasuki lorong ruang ganti pemain, bobotoh mengungkapkan kekecewaannya dengan berteriak. "Urang kecewa jeung maraneh (saya kecewa sama kalian)," ujar salah seorang bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (12/11/2017).

Ada juga yang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pemain yang sudah berjuang untuk Persib Bandung musim ini. "Hatur nuhun Jupe, hatur nuhun Atep," ucap seorang bobotoh.

Meski situasi dapat diamankan, namun apa yang terjadi pasca laga pihak keamanan tak mampu menahan ribuan Bobotoh yang menyerbu pemain ke dalam lapangan. Puluhan flare dan smoke bomb dilempar ke lapangan bahkan salah satu wartawan foto terkena lemparan itu.


Panitia pelaksana (Panpel) diprediksi mendapat kerugian atas kerusakan yang ditimbulkan lewat aksi itu, pengeras suara yang terpasang ikut terjatuh, beberapa bangku dilempar, serta gapura Liga 1 dirusak para oknum Bobotoh.

Tak terlepas di situ, bus Persib pun menjadi sasaran selanjutnya yang diamuk Bobotoh. Mereka menggebuki dan melempari bus Persib hingga punggawa Maung Bandung pulang tak menggunakan kendaraannya.

Jumat, 10 November 2017

Dipanggil Bela Timnas, Spaso Tak Sabar Nyanyikan Lagu Indonesia Raya


OLE777 - Pelatih timnas Indonesia, Luis Milla, dikabarkan akan memanggil penyerang Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic, untuk membela skuat Garuda dalam pertandingan uji coba pada November ini.

Spaso mengaku sangat senang dengan hal ini dan sudah tidak sabar menyanyikan lagu Indonesia Raya.

PSSI telah menjadwalkan serangkaian laga uji coba untuk timnas Indonesia di berbegai kelompok umur di bulan November ini, termasuk untuk timnas senior.

Mengetahui dirinya dipanggil oleh Luis Milla, Spaso mengaku sangat antusias.

Pemain yang baru dinaturalisasi pada 25 Oktober 2017 lalu mengaku siap bermain untuk Indonesia pertama kali.
“Saya sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Tapi saya tidak ingin menyanyikannya untuk anda saat ini,” Imbuh Spaso Dalam Sesi Wawancara.


“Saya akan menyanyikan Indonesia Raya untuk pertama kalinya saat bermain melawan Syria,” tegas Spaso dengan penuh percaya diri.

Pertandingan timnas senior melawan Syria akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada 18 November yang akan datang.

Lalu, skuad Garuda akan kembali melakoni uji coba melawan Guyana pada 25 November.

Spasojevic memang sangat antusias mengetahui namanya masuk dalam daftar pemain timnas Indonesia.

Viral, Inikah Video Puluhan Wanita Seksi Disebut-sebut Penghuni Alexis?


OLE777 - Beredar video yang diduga para penghuni Hotel Alexis yang sedang dibubarkan.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @partyk*y pada Rabu (8/11/2017).

Dalam unggahannya, @partyk*y mencantumkan keterangan "Ini dia isi-isi penghuni alexis yang sempat dibubarkan, guys".

Terlihat dalam video puluhan wanita berpakaian seksi satu per satu keluar dari sebuah kamar.


Belum diketahui kebenarannya, namun video tersebut berhasil mendapat perhatian netizen.




Banyak netizen berpendapat bahwa video tersebut terjadi di luar negeri.

m_rivaldhy: Adeh hoax ga jelas juga video nya

fuadavelin26: Bukan alexis kayanya,ko muka2 cewenya kaya cewe thailand, vietnam ya

andyromanov37: Keknya pernah nonton video ne tp dh lama, beneran di Alexis??

Sebelumnya telah diberitakan lantai tujuh Hotel Alexis di Jakarta Utara ramai diperbincangkan sebagai 'surga dunia' bagi para lelaki. 

Kamis, 09 November 2017

Umuh Muchtar Dihukum Enam Bulan dari Sepak Bola Indonesia


OLE777 - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan terbaru terkait kejadian dalam laga Persija Jakarta kontraPersib Bandung pada pekan ke-33 Liga 1 2017 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017). Dari rilis yang diterima BolaSport.com, Rabu (8/11/2017), Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Persib, Umuh Muchtar.

Dalam surat bernomor 121/L1/SK/KD-PSSI/XI/2017, Umuh mendapatkan sanksi larangan beraktivitas dalam sepak bola di lingkungan PSSI selama enam bulan ke depan. Tak hanya itu, Umuh juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Hukuman itu dijatuhkan karena Umuh ditengarai melakukan provokasi saat melawan Persija. Dalam laga yang dimenangkan Persija dengan skor 1-0 tersebut, Umuh memang terlihat meminta para pemain Persib untuk berdiri di pinggir lapangan selepas Bruno da Silva Lopes mencetak gol pada menit ke-77.

Seperti diketahui, Persib memang terlihat melakukan aksi mogok bermain lantaran cukup kecewa kepada kepemimpinan wasit asal Australia, Evans Shauns Robert. Kekecewaan pertama dikarenakan Evans menganulir gol Ezechiel N'Doussel pada menit ke-27.


Puncak kekecewaan Persib datang setelah Vladimir Vujovic diganjar kartu merah usai melanggar Bruno Lopes dan melontarkan perkataan tidak pantas kepada wasit.

Para pemain Persib berkumpul di pinggir lapangan dalam waktu yang cukup lama. Melihat situasi itu, Evans mengambil keputusan untuk menghentikan laga pada menit ke-82.

Ini menjadi hukuman kedua bagi Umuh dalam waktu yang sangat dekat. Sebelumnya, dia harus membayar sanksi berupa denda sebesar Rp 20 juta karena melakukan protes berlebihan terhadap wasit saat Persib menjamu Madura United pada laga pekan ke 30 Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (19/10/2017), yang berakhir imbang tanpa gol.






PT LIB: Bhayangkara FC Belum Jadi Juara Liga 1


Jakarta - Kemenangan atas Madura United ternyata belum membuat Bhayangkara FC jadi juara Liga 1. PT LIB masih akan menunggu upaya banding yang dilakukan Mitra Kukar.

Kemenangan atas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (8/11/2017) malam WIB, sejatinya memastikan Bhayangkara menjadi juara Liga 1 2017. Setelah menjalani 33 pertandingan, Bhayangkara mengumpulkan 68 poin, unggul tiga angka dari Bali United di posisi kedua.

Kedua klub masih menyisakan satu pertandingan, namun karena Bhayangkara unggul head to head atas Bali United posisi mereka di puncak klasemen tidak akan bisa digeser lagi apapun hasil laga pamungkas nanti.

Tapi status juara Bhayangkara itu tak bisa disahkan hari ini. Itu terkait dengan upaya banding Mitra Kukar terhadap keputusan Komisi Disiplin PSSI. Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy, mengatakan bahwa Mitra Kukar masih bisa melakukan banding.


"Belum juara. Masih ada proses yang kita tunggu antara Mitra Kukar dan Bhayangkara, karena itu keputusan belum tetap. Mitra Kukar masih bisa mengajukan banding dan ditunggu tujuh hari setelah keputusan dikeluarkan," kata Tigo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mitra Kukar disanksi karena memainkan pemain yang sebenarnya tengah dalam masa hukuman saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. Pertandingan yang tuntas 1-1 itu akhirnya diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Bhayangkara FC.

Rencana Banding Mitra Kukar
Sementara itu, sebelum laga Madura United vs Bhayangkara FC bergulir, perihal kemungkinan Mitra Kukar untuk banding atas hukuman Komdis PSSI itu.

Menurut Asisten Manajer Mitra Kukar, Nor Alam, pihaknya belum bisa menetapkan apakah akan banding atau tidak.

"Kami sudah bicarakan itu (banding), tapi belum tahu perkembangannya seperti apa. Saya belum bisa kasih info lebih jauh lagi. Tapi, kita tunggu saja," kata Nor Alam.

Rabu, 08 November 2017

Video Detik-Detik Kerusuhan Suporter PSM Makassar Usai Kalah


Makassar - Bali United berhasil mengalahkan PSM Makassar 1-0 dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Mattoangin, Makasar, Senin malam, 6 November. Di ujung laga tersebut suporter PSM yang tak puas karena timnya kalah langsung berbuat ricuh.

Gol semata wayang di laga ini dicetak Stefano Lilipaly di menit akhir pertandingan. Hasil itu mengantar Bali United merebut puncak klasemen dengan 65 poin dari 33 laga, unggul dua poin dari Bhayangkara FC yang baru akan menjalani laga pekan ke-33 melawan Madura United pada Rabu. Sedangkan PSM Makassar berada di posisi ketiga dengan 62 poin.


Pada masa lima menit akhir waktu normal, PSM Makassar terus mencoba mencetak gol namun usaha mereka tak berhasil. Sedangkan anak asuh Widodo C. Putro yang bisa mencetak gol melalui serangan balik. Irfan Bachdim yang menerima umpan silang dari Comvalius dengan mudah menjebol gawang PSM pada menit 90+5.

Melihat gol tersebut suporter PSM Makassar langsung berulah. Mereka melempar botol air mineral ke arah lapangan dan official Bali United. Sebagian suporter bahkan merusak kursi stadion dan melemparnya ke arah lapangan. Wasit Murzabekov Eldos pun memutuskan mengakhiri pertandingan tersebut.

Dengan hasil tersebut peluang Bali United untuk meraih juara sangat terbuka lebar

Mitra Kukar Sulit Terima Keputusan Komdis PSSI


Mitra Kukar merasa tidak habis pikir dengan keputusan yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Hal ini terjadi setelah klub berjulukan Naga Mekes tersebut dinyatakan kalah 3-0 dari Bhayangkara FC.

Padahal, pada laga tersebut Mitra Kukar berhasil menahan Bhayangkara FC dengan skor 1-1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, 3 November 2017. Akan tetapi, karena memainkan Mohamed Sissoko yang seharusnya tidak boleh tampil karena hukuman Komdis, klub asal Kalimantan Timur tersebut jadi dinyatakan kalah.

Acuan dari keputusan Komdis adalah pasal 31 kode disiplin PSSI. Bukan hanya dinyatakan kalah, melainkan Mitra Kukar juga harus membayarkan denda Rp100 juta karena juga terjadi pelanggaran terhadap pasal 55 kode disiplin PSSI sesuai dengan surat bernomor 116/L1/SK/KD-PSSI/X/2017.

"Sulit untuk berkomentar. Secara pribadi kami tidak menerimanya. Tapi saya nanti akan konsultasi sama ketua [Endri Erawan CEO Mitra Kukar]," kata direktur operasional Mitra Kukar Suwanto.


Sebelumnya Mitra Kukar mengklaim tidak ada surat larangan bermain untuk Sissoko pada laga tersebut. Mengingat, mantan pilar Liverpool ini hanya dihukum satu kali larangan bertanding dan sudah dijalaninya ketika partai kontra Persib Bandung beberapa waktu lalu.

Namun, Komdis memutuskan memberikan tambahan dua larangan bertanding untuk Sissoko yakni saat lawan Bhayangkara FC serta Persib Balikpapan sesuai surat tertanggal 28 Oktober 2017 dengan nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017. Ini akibat ia terbukti bersalah melakukan pelanggaran keras kepada pilar Borneo FC.

Alhasil dengan adanya keputusan ini membuat kans Bhayangkara FC merengkuh gelar juara Liga 1 terbuka lebar. Sebab, kini mereka mengumpulkan 65 poin atau sama seperti Bali United yang berada di pucuk klasemen dan masih menyisakan satu pertandingan sisa kontra Madura United.

Selasa, 07 November 2017

Manajer, Asisten Pelatih, dan Pemain Persib Dihukum Komdis


Jakarta - Komisi Disiplin PSSI mengumumkan hasil sidang teranyarnya. Keputusan itu di antaranya menjatuhkan hukuman untuk manajer, asisten pelatih, dan pemain Persib Bandung.

Hukuman untuk Persib itu diputuskan Komdis atas insiden yang terjadi pada 19 Oktober 2017 dalam pertandingan Liga 1 menghadapi Madura United.

Umuh Muchtar, manajer Persib, didenda sebesar Rp 20 juta karena dianggap protes berlebihan ke wasit. Sedangkan Asisten Pelatih Persib Herie Setyawan dijatuhi denda Rp 10 juta atas kasus yang sama.

Sementara Dedi Kusnandar, pemain Persib, dapat hukuman larangan bermain sebanyak dua laga dan denda sebesar Rp 10 juta. Hukuman diberikan atas pelanggarannya kepada pemain Madura United.

Hasil Sidang Komdis PSSI ke-24:
1. Pemain Barito Putera sdr. Dandi Maulana 105/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persiba Balikpapan vs Barito Putera
- Tanggal kejadian: 20 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - KML.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000 dan larangan bermain sebanyak 2 kali.

2. Suporter Persiba Balikpapan 104/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persiba Balikpapan vs Barito Putera
- Tanggal kejadian: 20 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Pelemparan botol.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 22.500.000

3. PSIR Rembang 221/L2/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 2 2017
- Pertandingan: PSIR Rembang vs Persik Kediri
- Tanggal kejadian: 17 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Tim - Protes berlebihan terhadap wasit.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

4. Suporter Persib Bandung U-19 30/U-19/SK/KD- PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga U-19 2017
- Pertandingan: Persib Bandung U-19 vs Perseru Serui U-19
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Penyalaan flare dan smoke bomb.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 33.750.000


5. Pemain Bhayangkara FC sdr. Indra Kahfi /L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Bhayangkara FC vs PSM Makassar
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - KML.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000

6. Suporter Persela Lamongan 106/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Pusamania Borneo FC vs Persela Lamongan
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Pelemparan botol.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 15.000.000

7. Pemain Persib Bandung sdr. Dedi Kusnandar 107/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persib Bandung vs Madura United
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - KML.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000 & larangan bermain sebanyak 2 kali.

8. Ofisial Persib Bandung sdr. Umuh Muhctar 108/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persib Bandung vs Madura United
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Ofisial - Protes berlebihan terhadap wasit.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000

9. Ofisial Persib Bandung sdr. Hary Setiawan 109/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persib Bandung vs Madura United
- Tanggal kejadian: 19 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Ofisial - Protes berlebihan terhadap wasit.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000

10. Ofisial Arema FC sdr. Joko Susilo 110/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Sriwijaya FC vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 20 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Ofisial - Protes berlebihan dan pelemparan terhadap wasit.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000

11. Suporter Persib Bandung 31/U-19/SK/KD- PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga U-19 2017
- Pertandingan: Barito Putera U-19 vs Persib Bandung U-19
- Tanggal kejadian: 22 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Penyalaan smoke bom dan flare.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 15.000.000

12. Pemain Persipura Jayapura U-19 sdr. Boas Inzaghi 32/U-19/SK/KD- PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga U-19 2017
- Pertandingan: Perseru Serui U-19 vs Persipura Jayapura U-19
- Tanggal kejadian: 22 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - Pemukulan terhadap pemain lawan.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000

13. Panitia Pelaksana Pertandingan Mitra Kukar 111/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Mitra Kukar vs Pusamania Borneo FC
- Tanggal kejadian: 23 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Penyerangan terhadap wasit oleh oknum yang tidak teridentifikasi.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 30.000.000

14. Pemain Mitra Kukar sdr. Moh. Lamine Sissoko 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Mitra Kukar vs Pusamania Borneo FC
- Tanggal kejadian: 23 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - Menginjak pemain lawan.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000 & larangan bermain sebanyak 2 kali.



Hasil sidang Komisi Disiplin ke-25:
1. Panitia Pelaksana Persib Bandung 30/U-19/SK/KD- PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga U-19 2017
- Pertandingan: Persib Bandung U-19 vs Persipura Jayapura U-19
- Tanggal kejadian: 25 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Penyalaan flare.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

2. Panitia Pelaksana Persipura Jayapura 113/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Persipura Jayapura vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 29 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Suporter - Pelemparan botol.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

3. Ofisial Sriwijaya FC 114/L1/SK/KD-PSSI/X/2017
- Nama kompetisi: Liga 1 2017
- Pertandingan: Bali United vs Sriwijaya FC
- Tanggal kejadian: 30 Oktober 2017
- Jenis pelanggaran: Pemain - Protes berlebihan.
- Hukuman: Sanksi Peringatan Keras.

Video Stefano Lilipaly Adu Pukul dengan Sylvano Comvalius di Laga PSM Makassar vs Bali United


Makassar - Pemain Bali United, Stefano Lilipaly terekam kamera beradu pukul dengan rekan satu timnya, Sylvano Comvalius.

Kejadian itu terekam saat Bali United menantang PSM Makassar dalam pekan ke-33 Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/11/2017) malam.

Awal kejadian itu bermula ketika Stefano Lilipaly mendapatkan peluang emas lewat serangan balik cepat ke pertahanan PSM Makassar pada menit ke-40.



Pemain Timnas Indonesia itu memilih langsung melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.

Sayangnya arah bola yang ditendang Stefano Lilipaly meninggi di atas penjaga gawang PSM Makassar, Rivky Mokodompit.

Keputusan yang diambil Stefano Lilipaly membuat Sylvano Comvalius geram lantaran posisinya lebih berpeluang untuk mencetak gol ketimbang rekannya itu.



Pemain bernomor punggung 99 itu pun mendatangi Stefano Lilipaly dan terlihat langsung memukulnya.

Tidak terima, Stefano Lilipaly juga langsung melayangkan tangannya ke kepala Sylvano Comvalius.

Para pemain Bali United seperti M Taufik dan Irfan Bachdim langsung mencoba melerainya.

Akan tetapi kedua pemain tersebut masih terlihat adu argumen dan akhirnya ditenangkan oleh perangkat pertandingan.

Pertandingan antara Bali United kontra PSM Makassar memang sangat penting bagi kedua klub tersebut.



Pasalnya, baik Bali United dan PSM Makassar masih berpeluang meraih gelar juara Liga 1 2017 yang menyisakan satu laga lagi.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 0-1 (0-0) untuk kemenangan tim tamu Bali United melalui gol dramatis di menit akhir yang dicetak oleh Stefano Lilipaly dengan Dibantu Assist Sylvano Comvalius.

Senin, 06 November 2017

Persib Bandung Bakal Jalankan Skema Anyar Lawan Borneo FC


BANDUNG - Persib Bandung tidak akan diperkuat oleh tiga gelandangnya, Atep, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Hariono pada pertandingan tandang Liga 1 2017 kontra Borneo FC di Stadion Mulawarman, Bontang, Rabu (8/11/2017).

Menurut asisten pelatih Persib, Herrie Setyawan, ketiga pemain tersebut absen pada laga tandang kali ini, karena akumulasi kartu dan cedera.

Meski begitu, asisten pelatih Persib, Herrie Setyawan mengaku tak merasa khawatir, karena sudah mempersiapkan skema dan tim Maung Bandung masih memiliki stok pemain yang bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan ketiganya.

"Kita masih punya yang lain, kita punya skema, selama ini gak selamanya mereka bermain bersamaan, kita banyak ganti-ganti," kata Herrie ditemui sebelum berangkat ke Bontang.

Jose sapaan akrabnya menambahkan, pada pertandingan tersebut komposisi pemainya dipastikan berbeda dengan laga sebelumnya saat berhadapan dengan Persija Jakarta.

Pada pertandingan tandang kali ini, tim Maung Bandung mempersiapkan 18 pemain, seluruhnya menurut Jose sudah dalam keadaan siap. Mereka sudah meninggalkan Kota Bandung, Senin (6/11/2017).

"Ada rotasinya dan memang harus ada rotasi, karena perjalanan kita juga ke Bontang cukup melelahkan," ucap mantan pemain Persib ini.


Timnas Garuda Muda Di Bantai 1 - 4 Oleh Malaysia


Paju - Tim nasional Indonesia menelan kekalahan telak dari Malaysia di laga terakhir kualifikasi Piala Asia U-19 2018. Garuda Muda takluk 1-4.

Di Paju Public Stadium, Senin (5/11/2017) pagi WIB, Indonesia tertinggal 1-2. Muhammad Hadi Fayyadh (7) dan Muhammad Akhyar Abdul Rasyid (34) pencetak gol Malaysia, yang dibalas oleh Hanis Saghara (43).

Malaysia tancap gas lagi pada awal babak kedua. Muhammad Akhyar Abdul Rasyid melakukan tendangan dari dalam kotak penalti, yang bisa diblok Muhammad Rifad Marasabessy.

Malaysia bisa menambah gol pada menit ke-47. Shivan Pillay Asokan yang menciptakan gol itu lewat sundulan meneruskan bola tendangan sudut.

Tiga menit kemudian, Malaysia kian tak terkejar. Muhammad Luthfi melakukan pelanggaran pada Akhyar di dalam kotak penalti, hingga wasit menunjuk titik putih. Fayyadh bisa menceploskan bola ke dalam gawang. Malaysia unggul 4-1.


Indonesia memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-60 untuk menambah daya serang. Dia menggantikan Feby Eka Putra. Egy Maulana Vikri sudah masuk sejak babak kedua menggantikan Witan Sulaeman.

Hanis Saghara, yang kesulitan menembus pertahanan Malaysia, frustrasi. Tendangan spekulasinya pada menit ke-69, jauh dari gawang Malaysia. Sama halnya dengan tembakan jarak jauhnya dua menit berselang.

Tendangan bebas, Saddil pada menit ke-75 masih belum membuahkan hasil. Bolanya masih bisa diantisipasi oleh kiper Malaysia, Muhammad Azri Ghani. Azri kembali melakukan penyelamatan beberapa saat setelahnya, dengan menghalau tendangan Firza Andika.

Egy mendapatkan peluang di menit ke-80. Tapi, tendangan jarak jauhnya masih aman dipelukan Azri.

Hingga pertandingan selesai, Indonesia tak bisa menambah gol. Tim asuhan Indra Sjafri itu harus mengakui kemenangan Malaysia dengan skor 1-4.


Dengan kemenangan ini, Malaysia untuk sementara memuncaki Grup F dengan raihan sembilan angka. Sementara itu, Indonesia ada di posisi ketiga dengan raihan enam poin. Malaysia masih harus menghadapi Korea Selatan pada pertandingan terakhir mereka.

Susunan Pemain
Malaysia: Azri, Shivan, Anwar, Nabil (Tasnim 82), Syaiful, Nurfais (Zhafir 69), Nik Akif (Iskandar 88), Thivandaran, Ammar, Fayyadh, Akhyar

Indonesia: Rossy, Marasabessy, Firza, Nurhidayat, Kadek Raditya, Luthfi (Abimanyu 55), Iqbal, Asnawi, Feby (Saddil 60), Witan (Egy 46), Hanis