Rabu, 18 Oktober 2017

Ketika Jawaban Choirul Huda di Warung Kopi Menjadi Kenyataan


OLE777 - Semasa hidup, Choirul Huda pernah menghabiskan banyak waktu dengan pria bernama Riyanto, yang merupakan pemilik sebuah warung kopi di Lamongan.

Hampir setiap hari, kecuali jika latihan atau bertanding, Huda menghabiskan waktu yang lama di kedai yang terletak di Jalan Laras Liris itu.

"Sering guyonan di sini," ucap Riyanto seperti dilansir BolaSport.com dari Tribun Jatim.

Dari intensitas itu, Riyanto mengetahui sifat-sifat Huda.

Di mata Riyanto, penjaga gawang Persela Lamongan itu merupakan sosok yang dermawan.

Ketika melihat anak-anak kecil di Tumenggungan, Lamongan, Huda selalu memanggil dan memberikan uang Rp 5.000.

Minggu (15/10/2017) adalah hari terakhir Riyanto bertatap muka dengan Huda.

Huda menghabiskan waktu di warung hampir tiga jam saat itu.

Dia memesan telur rebus setengah matang.

Padahal, Huda biasanya memesan mi instan dobel plus telur.


Saat Huda hendak pulang, Riyanto sempat menanyakan apakah sang kawan bakal bermain atau tidak pada sore harinya.

Persela memang dijadwalkan menjamu Semen Padang pada laga Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan.

"Terakhir main, Mas," kata Riyanto menirukan jawaban Huda.

Benar saja, pertandingan kontra Semen Padang menjadi laga pamungkas buat sosok berusia 38 tahun tersebut.

Huda meninggal dunia karena berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.

Sang penjaga gawang sempat dilarikan ke rumah sakit dengan alat bantu pernapasan dan tabung oksigen, tetapi segala upaya sudah terlambat.

Pada hari yang sama, Huda dikubur di kompleks pemakaman Pagerwojo, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Jalan Basuki Rahmat, Lamongan, Jawa Timur.

Sumber: Kompas.com

#OLE777
#OLE777
#OLE777

Senin, 16 Oktober 2017

Paul Pogba Ikut Berduka Atas Kematian Choirul Huda


OLE777 - Kepergian kiper legendaris Persela, Choirul Huda, memancing rasa duka dan belasungkawa dari semua pengamat dan penggemar sepakbola, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.

Beberapa media luar negeri sempat mengangkat berita kematian sang penjaga gawang, baik di laman resmi maupun akun media sosial mereka.

Dan menariknya, kisah tragis Choirul Huda ternyata juga memancing rasa belasungkawa dari gelandang Manchester United, Paul Pogba.

Pemain Prancis yang tengah cedera tersebut belum lama ini menggunakan akun Twitter miliknya untuk me-retweet tautan berita soal kematian sang penjaga gawang.
Selain itu, ia juga menyampaikan pesan duka dalam bahasa Inggris, yang artinya: "Semoga beristirahat dengan tenang Choirul Huda. Doa saya untuk anda dan seluruh keluarga anda



Penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia setelah mengalami benturan dalam pertandingan menghadapi Semen Padang, Minggu (15/10). Kapten tim berjuluk Joko Tingkir tersebut meninggal karena hypoxia.

Jelang pertandingan, memang tak ada tanda-tanda gangguan kesehatan pada diri Huda. Ia bahkan masih ikut bersuka ria ketika kubunya mencetak gol ke gawang Semen Padang pada menit kedua dalam pertandingan tersebut.

Huda kemudian mengalami benturan dengan rekannya sendiri, Ramon Rodriguez, ketika akan menangkap bola pada menit 44 pertandingan. Dadanya tampak berbenturan dengan lutut Ramon.

Menurut dokter yang menangani almarhum, dr. Zaki Mubarak, Huda mengalami hypoxia dan nyawanya tak terselamatkan. Adapun hypoxia adalah keadaan ketika jaringan tubuh kekurangan oksigen.

#OLE777
#OLE777
#OLE777
#JudiOnline
#BolaOnline #ChoirulHuda #Persela #Lamongan

Jumat, 13 Oktober 2017

Lolos ke Delapan Besar, Djanur Optimistis Bawa PSMS Medan Promosi ke Liga 1


Jakarta - PSMS Medan telah mengantongi tiket ke babak delapan besar Liga 2. Pelatih Djajang Nurdjaman optimistis PSMS naik kasta ke Liga 1.

Kepastian PSMS melaju ke babak delapan besar didapatkan setelah sukses mengalahkan Persita Tangerang 1-0 pada Rabu (11/10/2017) di Stadion Mini Persikabo, Gol tunggal PSMS dalam laga yang diwarnai kericuhan dan satu suporter meninggal itu diceploskan oleh Gusti Sandria.

Hasil positif itu membuat PSMS menempati urutan kedua dengan mengoleksi 10 poin. PSMS lolos bersama PSIS Semarang (13 poin).

"Alhamdulillah kami bisa lolos. Ini semua berkat kerja keras anak-anak. Jujur, tim ini sebenarnya belum sesolid tim lain. Tapi saya mengapresiasi kerja keras mereka," kata Djanur kepada pewarta, Kamis (12/10/2017).

Dengan lolos ke delapan besar, peluang PSMS Medan ke Liga 1 semakin terbuka. Eks pelatih Persib Bandung itu berharap timnya tetap menjaga fokus sambil memperbaiki segala kekurangan.

"Tapi, kami masih banyak kekurangan. Kami sangat berharap tim ini bisa masuk Liga 1, meskipun dengan keadaan seperti ini. Saya juga baru masuk jadi masih banyak yang harus kami perbaiki," Djajang menambahkan.

Kamis, 12 Oktober 2017

Komdis PSSI Putuskan Persewangi Dikalahkan PSBK Blitar dan Didenda Rp 100 Juta


Jakarta - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberi sanksi kepada Persewangi Banyuwangi usai laga dengan PSBK Blitar dalam playoff khusus Liga 2. Persewangi dinyatakan kalah dan harus membayar denda.

Pada laga playoff yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) kericuhan terjadi sejak awal pertandingan. Pertandingan bergulir tak kondusif: tercipta tiga kartu merah, sempat dihentikan 30 menit dan 10 menit, sampai direncanakan pergantian wasit di menit ke-88.

Peristiwa itu dilaporkan ke Komdis PSSI. Komdis memutuskan Persewangi tidak bersikap sportif, tak respek dan tak fair. Salah satu yang dicontohkan adalah para pemain Persewangi menolak berjabat tangan ditambah ucapan provokasi dari kapten tim kepada PSBK. Selain itu, pemain Persewangi juga disebut melakukan pemukulan terhadap wasit sehingga jalannya pertandingan banyak yang terhenti.

Komdis pun memutuskan bahwa laga itu dianggap telah selesai pada menit ke 86 (sebelumnya disebut menit ke-88). Merujuk pada pasal 56 jo. Pasal 31 Kode Disiplin PSSI, Persewangi dihukum kalah 0-3 dan denda sebesar Rp 100 juta, karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 56 jo. Pasal 31 jo. pasal 144 Kode Disiplin PSSI.

"Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persewangi Banyuwangi. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," tulis Komdis, dalam surat keputusannya.

Namun demikian, dalam poin selanjutnya Persewangi bisa mengajukan banding terhadap keputusan itu.


Menurut Oleners, Hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI ini sangat layak untuk Persewangi ? atau masih kurang layak ? Dilihat dari video Bentrokan, Persewangi Menunjukkan Permainan yang tidak Fair dan Sportif dalam Liga 2 ini.

Source: Detik.com
Video: Striker.id



#OLE777 
#OLE777Indonesia
#OLE777Indonesia
#OLE777 

Selasa, 10 Oktober 2017

Barito Putera Bangga Curi Poin di Markas Persib Bandung


Bandung - Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago puas bisa mencuri satu poin di kandang Persib Bandung. Dia juga memuji perjuangan anak asuhnya di laga tandang yang berat.

Barito dijamu Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (9/10/2017) malam. Tim berjuluk 'Laskar Antasari' itu mampu menahan imbang kubu tuan rumah dengan skor akhir 0-0.

Menurut Jackson, keberhasilan menahan imbang tim sekelas Persib menjadi salah satu prestasi tersendiri untuk Barito. 'Maung Bandung' punya sejarah besar di sepakbola Indonesia dan Barito selalu kepayahan menghadapi mereka.

"Pertandingan yang berat, sangat menguras tenaga dari kita semua. Tapi puji Tuhan kita bisa keluar dari sini dengan satu poin," kata Jacksen, dalam konferensi pers usai laga.

"Kita tahu sejarah Barito dan Persib. Boleh dikatakan ini hasil yang terbaik yang bisa kita dapat dalam beberapa tahun belakang."

"Kita bersyukur tapi kita harus melakukan beberapa evaluasi. Tapi pada umumnya saya sangat gembira dengan performance dari pemain. Ini adalah sejarah baru yang diciptakan bersama Barito dapat poin di sini," tambahnya.

Senada dengan Jekson, kiper Barito Putera Adhitya Harlan juga mengaku puas. Raihan satu poin yang didapat di markas Persib ini disebutnya berkat kerja keras dari semua pemain.

"Hasil Alhamdulillah bisa dapat satu poin. Ini berkat kerja keras (semua pemain)," kata Adhitya.

Dengan tambahan satu poin, Barito ada di posisi tujuh klasemen Liga 1 dengan nilai 42 dari 28 pertandingan.

Senin, 09 Oktober 2017

Cetak Gol Di Laga Persahabatan, Layakkah Saddil Ramdani Bertahan Di Timnas U19 ?


OLE777 - Saddil Ramdani mengaku belajar banyak dari semua kesalahan yang dia buat. Dari kritikan yang diarahkan kepadanya pula, Saddil lebih termotivasi di lapangan.

Saddil mencetak gol penutup untuk kemenangan 3-0 timnas Indonesia U-19 atas Thailand di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (8/10/2017) malam WIB dalam laga uji coba. Dengan gol tersebut, pemain Persela Lamongan itu seolah menjawab kritik dan hujatan.

Sebelumnya, Saddil mendapat serangan di media sosial atas kartu merah yang dia dapat di semifinal Piala AFF U-18 saat melawan Thailand. Dia dianggap melakukan hal yang ceroboh dengan menyikut pemain lawan.

Pada laga uji coba melawan Kamboja, Rabu (4/10/2017), dia bak pesakitan setelah gagal mengeksekusi penalti di menit-menit akhir. Masih beruntung baginya, kala itu Garuda Muda menang 2-0 sehingga bebannya tak terlalu berat.
"Pertama saya berterima kasih untuk yang menghujat saya karena itu bikin saya makin termotivasi. Saya juga ingin belajar dari semua kesalahan saya," kata Saddil saat ditemui di Mixed Zone Stadion Wibawa Mukti.

"Jadi saya mohon maaf dan untuk semuanya saya berterima kasih karena tanpa dukungan mereka saya bukan siapa-siapa," sambungnya

Saddil juga sedikit menceritakan situasi dirinya usai mendapat kartu merah melawan Thailand di Piala AFF U-18. Dia mengaku saat itu sampai menangis di hadapan orang tuanya.

"Saat itu saya merasakan ketegangan, kesedihan, dan sampai jatuh air mata di hadapan orang tua. Tapi, orang tua dan orang terdekat lainnya selalu bilang kalau saya harus kuat. Saya juga yakin Allah tidak pernah menguji manusia melebihi batasnya," ungkap Saddil.

Gol yang dilesakkan ke gawang Thailand Oleh Saddil di sisa menit babak kedua dalam laga persahabatan melawan Thailand, membawa Indonesia U19 berhasil memperbesar angka. menurut Oleners, apakah Saddil Ramdani masih layak berada di Timnas U19 ? Komentarnya ya


OLE777 
OLE777 
OLE777
Haoli777.net
judibolaterpercaya taruhanbola taruhanjudi

Timnas Indonesia U19 Bekuk Thailand 3-0


OLE777 - Timnas U-19 Indonesia tampil dominan atas Timnas U-19 Thailand pada laga persahabatan yang berujung kemenangan 3-0 untuk skuat Garuda Muda.

Pada laga yang dihelat di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (8/10/2017) malam WIB, Indonesia dan Thailand sudah bertukar serangan sejak menit awal.

Sebagai informasi tambahan, pertandingan timnas yang dihelat pertama kali di Cikarang serta bertepatan dengan hari libur membuat animo penonton masyarakat menjadi tinggi. Jalanan menuju stadion yang terletak di kawasan Jababeka II macet dan ada sekitar hampir 20 ribu penonton yang hadir.

Di menit ke-18, Indonesia mendapat kans pertama bikin gol lewat Luthfi Kamal tapi sepakan jarak jauhnya bisa diamankan kiper lawan Suthipong Pisanbub.

Pertandingan makin memanas memasuki menit ke-30. Saat itu Indonesia meminta penalti saat Egy Maulana Vikri dijatuhkan di kotak terlarang tapi tidak ada penalti untuk tuan rumah.

Di menit ke-38, Egy mendapat kans bikin gol. Usai menipu kiper lawan, Egy berada dalam posisi yang bagus tapi sayang sepakannya melebar.

Kebuntuan akhirnya pecah semenit jelang babak pertama usai. Kesalahan Suthiopong dalam mengamankan bola membuat Witan Sulaiman dengan mudah mencocor bola ke dalam gawang.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Masuk di babak kedua, Indonesia masih mendominasi permainan. Beberapa kali peluang didapat Indonesia tapi ketangguhan kiper Suthipong membuat gol tambahan urung terjadi.

Dicatat ada total enam shot on target dari Indonesia ketika laga berjalan sejam lebih.

Baru di menit ke-80 Indonesia bisa menggandakan keunggulan. Sepakan jarak jauh Abimanyu yang merobek gawang Thailand.

Gol pamungkas Indonesia dibuat Saddil Ramdani dua menit jelang waktu normal habis. Sepakan kaki kiri Saddil membuat bola bersarang di pojok kanan bawah gawang Thailand.

Skor 3-0 jadi penutup laga ini.

Susunan Pemain
Indonesia: Aqil Savik, Rifad Marasabessy, Nurhidayat Haris, Rachmat Irianto, Firsa Andika, Asnawi Mangkualam, M Iqbal, Witan Sulaeman, Luthfi Kamal, Egy Maulana Vikri, Rafli Mursalim

Thailand: Suthipong Pisanbub, Peerapat Jampakaew, Natakorn Soithong, Keeron Ornchaiphum, Kritsada Nontharat, Passakorn Biaothungnoi, Chaiwat Weerakuphanich, Nattawut Chootiwat, Korawich Tasa, Nakharin Thepaukson, Robin Kjell Holm

#OLE777 
#OLE777
#OLE777

Kamis, 05 Oktober 2017

Wow! Pemain Timnas Ini Masuk 60 Talenta Terbaik versi Media Inggris

OLE777 - Pesona Egy Maulana Vikri sampai juga ke mata dunia internasional. Egy masuk dalam daftar 60 talenta muda terbaik sedunia versi media Inggris.

Egy bersinar saat membela Timnas U-19 di Piala AFF U-18 2017 beberapa waktu lalu. Ia menjadi topskorer dengan torehan delapan gol dan mengantar Garuda Muda finis ketiga di turnamen itu.

Dengan kemampuan olah bola mumpuni, Egy rupanya juga dipantau media internasional. Adalah The Guardian, media ternama asal Inggris yang memasukkan namanya dalam daftar 60 pemain muda terbaik dari seluruh dunia.


Egy masuk dalam artikel berjudul "Next Generation 2017: 60 of the best young talents in world football," yang dipublikasikan Rabu (4/10/2017). Dalam artikel itu, The Guardian menyaring pesepakbola muda terbaik yang lahir mulai tahun 2000.

Egy, yang lahir pada 7 Juli 2000, bersanding dengan pemain muda Brasil milik Real Madrid Vinicius Junior, kiper belia Bayern Munich Christian Fruechtl, dan kiper belia AC Milan Alessandro Plizzari.


Egy sendiri baru saja membawa Indonesia U-19 mengalahkan Kamboja 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, beberapa jam lalu. Ia mencetak satu gol di laga persahabatan tersebut.

Berikut link yang menampilkan Egy Sebagai pemain terbaik versi Guardian :


#OLE777 #OLE777
#GOL777 #GOL777
#GOL777 #GOL777 
#OLE777INDO.COM

Timnas U19 Indonesia Kalahkan U19 Kamboja 2 - 0


OLE777 - Tim nasional Indonesia U-19 memetik kemenangan 2-0 dalam uji coba kontra Kamboja. Gol-gol dicetak oleh Rafly Mursalim dan Egy Maulana Vikri di menit-menit akhir.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Rabu (4/10/2017) malam WIB, Indonesia dan Kamboja bergantian mendapatkan momentum bagus saat menyerang. Indonesia baru mulai lebih memegang kontrol di babak kedua.

Saat laga berjalan empat menit, Indonesia punya peluang bagus untuk memimpin. Witan Sulaeman mendapatkan bola di sisi kanan dan melepaskan umpan tarik yang disambar Asnawi Mangkualam, tpai sepakannya melambung saja.

Dari skema serangan serupa, Kamboja balas mengancam timnas pada menit ke-9. Sepakan Teat Kimcheng menyambut umpan mendatar cuma lemah dan mudah diantisipasi Gianluca Pagliuca Rossy.

Indonesia mendapatkan kesempatan bagus dari tendangan bebas di depan kotak penalti pada menit ke-16. Hanya saja sepakan Egy Maulana Vikri masih melebar tipis ke kiri gawang.

Tusukan Egy dua menit berselang di sisi kanan nyaris jadi peluang untuk Indonesia. Umpan lambungnya dari sisi kanan di dalam kotak penalti bisa dipotong bek Kamboja dan hanya menghasilkan korner.

Kamboja merespons dengan serangan balik di menit ke-24. Kimcheng mendapatkan umpan terobosan di sisi kanan dan melepaskan tembakan keras yang belum mengarah ke gawang.

Sebuah kesalahan dari Rossy nyaris berakibat fatal untuk Indonesia tak lama kemudian. Kontrol bola yang kurang baik dari kiper timnas ini saat menerima backpass membuat bola diserobot Kimcheng. Beruntung Nurhidayat Haris melakukan tekel di saat yang tepat untuk membuang bola dari kaki Kimcheng.

Melewati menit ke-30, Kamboja mulai lebih agresif menekan Indonesia. Beberapa kali pemain timnas melakukan kesalahan yang berbuah ancaman dari Kamboja.

Memasuki menit-menit akhir, Indonesia kembali menebar ancaman. Sepakan keras Hanis Saghara masih tepat ke arah kiper Kamboja. Sementara bola liar di depan gawang jelang babak pertama tuntas gagal dimaksimalkan Egy.

Indonesia mendapatkan kesempatan bagus di menit ke-48. Umpan silang Firza Andika dari kiri jatuh di tiang jauh, tapi gagal dicocor dengan sempurna oleh Hanis Saghara yang berdiri bebas.

Witan Sulaeman nyaris membuka keunggulan untuk timnas Indonesia di menit ke-55. Melakukan umpan satu-dua dengan Egy, Witan mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti dan melepaskan sepakan. Tapi upayanya cuma membentur tiang gawang.

Kimcheng nyaris menghukum kelengahan pertahanan Indonesia di menit ke-68. Dalam posisi bebas menerima umpan Sieng Chantea di sisi kanan, sepakan Kimcheng melambung tipis saja di atas gawang Rossy.

Indonesia memecah kebuntuan di menit ke-87. Sepakan keras Rafly Mursalim dari depan kotak penalti tak mampu dibendung kiper Kamboja.

Dua menit berselang, Egy menggandakan keunggulan Indonesia. Menerima umpan terobosan Feby Eka Putra, Egy dengan lincah melewati kiper Kamboja yang bergerak maju dan menceploskan bola ke gawang kosong.

Di masa injury time, Indonesia punya kesempatan menambah gol lewat titik penalti usai Egy dilanggar kiper. Tapi eksekusi Saddil Ramdani bisa ditepis Chea Vansak.

Tak lama kemudian, keributan kecil terjadi di samping kotak penalti Kamboja, yang melibatkan Egy dan dua bek Kamboja. Belakangan insiden itu berujung kartu merah Phach Socheavila karena dianggap melakukan injakan.

Laga berakhir beberapa saat kemudian.

Susunan pemain:
Indonesia: Gianluca Pagliuca Rossy, Kadek Raditya Maheswara (Rachmat Irianto 67'), Samuel Christianson, Nurhidayat Haris, Dedi Tri Maulana (Marasabessy 43'), Iqbal, Luthfi Kamal, Witan Sulaeman (Saddil Ramdani 67'), Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam (Syahrian Abimanyu 43'), Hanis Saghara (Rafly Mursalim 69')

Kamboja: Chea Vansak, Kim Chhaya, Chhoeung Visinu, Phon Tayninh, Lorn Then, Teat Kimheng, Tray Vicheth, San Kimheng (Touch Kimchay 44'), Phorn Oy, Seth Mannsouth, Sieng Chanthea



#OLE777 #GOL777 #OLE777 #GOL777 #OLE777 #GOL777

Rabu, 27 September 2017

Lolos ke Piala Asia, Akankah Pelatih Timnas Indonesia U16 Rombak Tim?


OLE777 - Timnas Indonesia meraih sukses di kualifikasi Piala Asia U-16 di Thailand. Mereka selalu meraih kemenangan pada empat pertandingan.

Terakhir anak asuh Fakhri Husaini menumbangkan Laos 3-0 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Jumat (22/9/2017). Sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 mengalahkan Kepulauan Mariana Utara 18-0 pada laga pembuka. Selain itu, timnas juga menaklukkan Timor Leste (3-1) dan Thailand (1-0).

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia mengikuti jejak Malaysia yang memastikan tampil di Piala Asia U-16 sebagai tuan rumah, Iran (Grup E), dan Yaman (Grup C).

Terkait dengan itu, pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini tengah mempertimbangkan akan mengganti atau mempertahankan para pemain jelang putaran final Piala AFC U-16 yang akan berlangsung di Malaysia pada September-Oktober 2018.

Menurut Fakhri, mereka akan melakukan evaluasi mengingat Indonesia adalah negara yang luas dengan pemain-pemain bertalenta tinggi yang tersebar di semua daerah.

"Kami sangat bangga dan bahagia karena tim kami dapat memenangkan semua pertandingan pada laga kualifikasi," ujar Fakhri.

Pada bagian lain, Fakhri juga mengapresiasi perjuangan anak-anak asuhnya yang telah berjuang dan membalas kekalahan terhadap dua tim yaitu Thailand dan Laos pada Piala AFF 2017.

"Kunci pertandingan kali ini yaitu saya mengganti para pemain yang jarang diturunkan. Tapi, saya juga tidak terlalu banyak mengganti pemain pada setiap pertandingan," ujar Fakhri.



#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#OLE777 #OLE777 #OLE777

Jumat, 22 September 2017

Kemenangan Telak 18-0 Timnas U-16, Ternyata Masih Kalah Tipis Dengan Negara Ini


OLE777 - Laga dengan jumlah gol yang banyak kembali terjadi di babak Kualifikasi Piala Asia U-16 2018. Bahkan, skor yang tercipta ini lebih besar dari yang diraih oleh Timnas Indonesia saat membungkam Mariana Utara.

Saat berjumpa Mariana Utara pada laga pertama Grup G, di Stadion Rajamanggala, Thailand, Indonesia menang dengan skor sangat telak. Pasukan Fachri Husaini unggul 18 gol tanpa balas atas sang lawan. Skor yang sangat besar tentunya.

Tapi, rupanya skor tersebut bukan yang terbesar di babak kualifikasi. Tim yang mampu mengalahkan rekor kemenangan Indonesia tidak lain adalah tim yang memang punya tradisi sepakbola bagus di level Asia yakni, Jepang.

Bermain di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jepang menang dengan skor sangat telak. Negeri Matahari Terbit ini menang dengan cara menggelontor gawang lawannya 20 gol tanpa ampun dan tanpa balas. Sejauh ini, jadi skor terbesar di babak Kualifikasi Piala Asia U-16.





Keita Nakano menjadi bintang bagi Jepang dengan mencetak lima gol. Ia pun dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga ini.

Sisa 15 gol lainnya dicetak oleh Yuji Yoshida [4 gol], Asahi Yokokawa, Kohshiro Sumi, Sako Maaya, Kenta Aoshima, Yusukue Aoki [2 gol], Kuraba Kondo [2 gol], Shinya Nakano [2 gol] dan gol bunuh diri Matthew Niu.

Pertandingan di Grup J memang digelar di Indonesia. Selain Jepang dan Guam, juga ada Malaysia dan Singapura yang bersaing di Grup J ini. Pada laga lain di hari yang sama, Malaysia melumat Singapura dengan skor 6-1.


#www.gol777.com #Indonesia 
#www.gol777.com #Indonesia
#www.gol777.com #Indonesia 
#www.gol777.com #Indonesia
#www.gol777.com #Indonesia 
#www.gol777.com #Indonesia
#www.gol777.com #Indonesia 
#www.gol777.com #Indonesia

#www.gol777.com #Indonesia

Apakah Pertandingan Sore Ini Timnas U-16 Bisa Pastikan Juara Grup ?


OLE777 - Timnas U-16 Indonesia melewati tiga pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-16 dengan hasil yang memuaskan. Pasukan Fakhri Husaini meraup poin sempurna sehingga kokoh di puncak klasemen sementara Grup G dengan koleksi sembilan poin.

Sore ini, skuad Garuda Asia akan melakoni partai pamungkas penyisihan grup. Laos menjadi lawan dalam duel di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada pukul 16.00 WIB.

Pertandingan pada Jumat (22/9/2017) ini menjadi penentu apakah Indonesia bisa lolos secara otomatis ke putaran final Piala Asia U-16. Syarat minimal Indonesia meraih tiket tersebut (lolos otomatis) adalah bermain imbang karena dengan tambahan satu poin, tak ada tim yang bisa menggoyahkan posisinya di puncak.

Berdasarkan aturan pemeringkatan pada kualifikasi ini, posisi di klasemen ditentukan oleh poin. Andai jumlah poin sama, maka head-to-head menjadi penentu, disusul selisih gol dan terakhir adalah produktivitas gol.

Dengan demikian, Indonesia sangat berpeluang mengunci posisi juara grup karena sudah unggul head-to-head atas tiga lawan terdahulu. Setelah melibas Mariana Utara 18-0, Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste dan 1-0 atas Thailand. Sementara itu, Laos kalah 2-5 dari Timor Leste dan menang 10-0 atas Mariana Utara, sebelum bertemu Indonesia dan Thailand pada 24 September nanti.

#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com
#www.gol777.com

Selasa, 19 September 2017

Grafik Menanjak Indonesia pada Peringkat FIFA dalam 4 Bulan Terakhir

OLE777 - FIFA baru saja merilis peringkat tim sepak bola pria seluruh dunia per September 2017 Bulan ini.

Peringkat Indonesia melonjak enam peringkat setelah bulan lalu berada di peringkat ke-175.

Saat ini, Indonesia berada di posisi 169.


Peringkat Indonesia versi FIFA yang dirilis pada tanggal 14 September 2017. (FIFA.com)

Meski naik, posisi Indonesia masih berada di bawah peringkat negara-negara tetangga.

Indonesia kalah dalam hal posisi dengan Filipina (peringkat ke-123), Thailand (137), Vietnam (130), Myanmar (152), Malaysia (166), Laos (166), dan Singapura (162).

Jika dibandingkan dengan musuh bebuyutan Indonesia di ASEAN, yakni Malaysia, Thailand, dan Vietnam, Indonesia justru menjadi satu-satunya tim www.gol777.com yang mengalami peningkatan selama empat bulan terakhir.

Dalam kurun waktu empat bulan (Mei-Agustus), Thailand dan Malaysia justru menjadi tim yang mengalami penurunan peringkat.

Sementara itu, Vietnam mengalami naik turun peringkat dalam empat bulan terakhir.

Meski berada di bawah tiga negara tersebut, peningkatan posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia perlahan-lahan naik meski selama tiga bulan tetap berada di posisi ke-175.


www.gol777.com
www.gol777.com
www.gol777.com
www.gol777.com
www.gol777.com

Jumat, 15 September 2017

Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-18, Kalah Adu Penalti dari Thailand


Yangon - Timnas Indonesia U-19 gagal melaju ke final ajang Piala AFF U-18 2017. Garuda Mudah kalah adu penalti 2-3 dari Thailand di babak empat besar.

Setelah bermain 0-0 dalam 90 menit dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Thuwuna, Jumat (15/9/2017) sore WIB, laga lanjut ke babak tos-tosan

Egy Maulana Vikri menjadi penendang pertama Indonesia, eksekusinya masuk. Sementara eksekutor pertama Thailand, Kritsana Kaman, mengirim bola menyamping.

Eksekutor Indonesia, Mohammad Iqbal, gagal memasukkan bola ke dalam gawang. Bolanya dihalau oleh kiper Thailand, Kantaphat Manpati. Eksekutor kedua Thailand, Nattawut Chootiwat, bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Muhamad Lutfi kembali membawa Indonesia unggul. Ekeskusi ke arah tengah bisa mengecoh Manpati. Chokanan Saima-In juga berhasil memasukkan bola, skornya masih sama 2-2.

Indonesia memberi tanggung jawab pada Nurhidayat untuk menjadi penendang ketiga, bolanya ditepis oleh Manpati. Teerapat Laohabut berhasil membawa Thailan berbalik unggul 2-3.

Manpati menjadi bintang kemenangan Thailand setelah berhasil memblok eksekusi Rifad Marasabessy. Indonesia pun kalah adu penalti dari Thailand.

Sesumbar Pelatih Thailand: Saya Tahu Kelemahan Timnas Indonesia U-19


OLE777 Indonesia - Pelatih timnas Thailand U-19, Marc Alavedra Palacios, mengaku sudah mengantongi kelemahan Timnas Indonesia U-19 jelang pertemuan kedua tim pada semifinal Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (15/9).

Dikutip dari situs resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Palacios mengatakan dalam latihan terakhir timnas Thailand, Kamis (14/9), dia fokus pada penerapan strategi untuk menghadapi Indonesia.
“Hari ini (kemarin) kami berlatih sejumlah gaya permainan untuk menghadapi Timnas Indonesia. Mereka tim bagus yang senang menguasai bola,” ujar Palacios.
Lebih lanjut Palacios mengatakan tim pelatih dan skuat timnas Thailand sudah mempelajari permainan Timnas Indonesia U-19 melalui rekaman pertandingan tim Garuda Nusantara. Pelatih asal Spanyol itu pun mengaku sudah tahu kelemahan Indonesia.
“Saya sudah mempelajari Indonesia melalui video, di mana saya melihat sejumlah kesalahan mereka. Jadi, kami akan fokus memanfaatkan kelemahan mereka untuk bisa meraih kemenangan,” ucap Palacios.
Palacios menganggap timnas Thailand dan Indonesia memiliki gaya permainan yang sama. Palacios yakin tim yang mampu menguasai bola lebih banyak, maka tim tersebut akan meraih kemenangan pada laga sore nanti.
“Kami akan fokus menguasai bola, karena Timnas Indonesia juga fokus pada penguasaan bola, sama seperti kami. Siapa yang akan mendominasi penguasaan bola lebih banyak, maka tim itu memiliki peluang lebih baik untuk mencetak gol dan menang,” ujar Palacios.

Timnas Thailand U-19 merupakan finalis Piala AFF U-18 dalam dua edisi terakhir dan kembali difavoritkan menjadi juara tahun ini. Palacios pun memastikan para pemainnya optimistis bisa melangkah ke final.

“Kami punya grup pemain yang bagus. Semua pemain siap untuk pertandingan melawan Indonesia. Saya akan menurunkan pemain terbaik di lapangan di laga ini,” ucap Palacios.(har)

AFF U18, Timnas U-19 Tak Masalah Main Sore Hari Lawan Thailand


OLE777 - Manajer timnas U-19 Indonesia, Roni Fauzan, merasa laga yang berlangsung pada sore hari bukan masalah untuk Rachmat Irianto dkk.

Pada laga semifinal Piala AFF U-18 2017, timnas U-19 Indonesia akan menghadapi Thailand di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9/2017) sore atau pukul 15.30 WIB.

Dalam empat laga pada fase grup Piala AFF U-18, timnas U-19 Indonesia memainkan dua laga pada sore hari dengan diselingi dua kali water break.

Pada dua laga tersebut, Indonesia tercatat sekali kalah, yaitu kontra Vietnam, dengan skor 0-3 dan sekali menang, yakni atas Brunei 8-0.

"Main pada sore hari lagi dan di bawah matahari yang masih terik, saya kira tidak masalah," ucap Oni, sapaan Roni Fauzan, Kamis (14/9/2017).

"Motivasi dan kepercayaan diri anak-anak saya lihat makin meningkat seusai lolos ke semifinal. Saya yakin mereka mampu bermain tenang, sabar, fokus, dan tanpa beban," kata dia.

Sebelumnya, AFF memang telah menentukan bahwa laga yang melibatkan tuan rumah (Myanmar) digelar pada malam hari.

Pada laga semifinal kedua, Myanmar bakal menghadapi Malaysia di stadion yang sama pada pukul 18.30 WIB.

Kamis, 14 September 2017

Timnas Indonesia U19 Juara Grup B, Hadapi Thailand di Semifinal


Yangon - Timnas Indonesia U-19 dipastikan menjadi juara Grup B Piala AFF U-18 menyusul kemenangan Myanmar atas Vietnam. Selanjutnya Indonesia akan melawan Thailand.

Indonesia menutup laga di fase grup dengan kemenangan 8-0 atas Brunei, Rabu (13/9/2017) sore WIB. Hasil tersebut mengantar Indonesia lolos ke semifinal dengan sembilan poin dari empat laga.

Indonesia kemudian dipastikan merebut predikat sebagai juara grup setelah Myanmar menang atas Vietnam beberapa jam kemudian. Tuan rumah secara dramatis menundukkan Vietnam dengan skor 2-1 di laga terakhir.

Dengan hasil tersebut, Myanmar dan Vietnam sama-sama mengoleksi sembilan poin dengan selisih gol identik (+14). Namun Myanmar berhak lolos ke semifinal berkat keunggulan head-to-head atas Vietnam.

Indonesia yang selisih golnya lebih banyak dengan 19-4 (+15) pun menjadi juara grup. Sementara Myanmar lolos sebagai runner-up.

Dengan demikian, Indonesia akan menghadapi Thailand yang lolos sebagai runner up Grup A di babak semifinal. Sementara Myanmar menantang juara Grup A, Malaysia.

Semifinal akan digelar di Thuwunna Stadium, Jumat (15/9/2017). Laga Malaysia vs Myanmar digelar lebih dulu pada pukul 15.00 waktu setempat, sedangkan Indonesia vs Thailand pukul 18.00.

Rabu, 13 September 2017

Piala AFF U-18, Benamkan Brunei 0- 8 Indonesia Lolos Ke Semifinal


OLE777 - Indonesia meraih kemenangan meyakinkan atas Brunei Darussalam di laga terakhir fase grup Piala AFF U-18. Unggul 8-0, dipastikan lolos ke semifinal.

Indonesia sudah unggul 6-0 di babak pertama laga yang dilangsungkan di Stadion Thuwunna, Yangon, Rabu (13/9/2017) sore WIB. Tampil dominan di sepanjang 45 menit, pasukan Indra Sjafri sejatinya bisa membuat gol lebih banyak.

Enam gol Indonesia di babak pertama dilesakan M Rafli (3), Egy Maulana Vikri (2), Witan Sulaeman. Sementara dua gol tambahan di babak kedua dilesakkan Witan dan Hanis Saghara.

Kemenangan ini mengantar Indonesia lolos ke semifinal. Untuk sementara Indonesia memuncaki Grup B dengan poin 9 dan selisih gol +15.

Posisi Indonesia masih bisa tergusur dari urutan teratas, tergantung hasil laga Myanmar vs Vietnam yang akan bertanding dalam beberapa saat lagi. Meski begitu, hasil terburuk yang bisa didapat Indonesia adalah sebagai runner up.

Jalannya Pertandingan
Indonesia tancap gas sedari awal. Laga baru berjalan 44 detik, Rafli langsung membawa Indonesia unggul 1-0 setelah memanfaatkan kesalahan bek-bek Brunei mengantisipasi bola liar.

Egy memperbesar kedudukan di menit 18. Sontekan Egy di dalam kotak penalti membawa Indonesia memimpin 2-0. Bola hasil tendangannya, yang sudah meluncur ke gawang, coba dihalau dua pemain lawan tapi si kulit bundar justru terus bergulir masuk. Empat menit berselang, pemain terbaik Touloun Tournament itu mencetak gol keduanya untuk membawa keunggulan Indonesia menjauh 3-0.

Di menit ke-40, Witan ikutan mencatat namanya di papan skor. Tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti membawa Indonesia memimpin 4-0. Semenit berselang, Rafli mencetak gol keduanya setelah umpan Dedi Tri Maulana bisa disundul masuk ke gawang Amirul Hakim.

Di masa injury time babak pertama, Rafli mencetak hat-trick. Indonesia pun menutup babak pertama dengan keunggulan 6-0.

Di babak kedua, Indonesia mengganti Feby Eka dengan Saddil Ramdani. Peluang pertama langsung didapat, di mana Witan nyaris merobek gawang Amirul Hakim memanfaatkan umpan dari sisi kiri.

Rafli hampir menambah keunggulan Indonesia di menit ke-51. Umpan Saddil bisa disontek, namun bola masih mengarah ke samping gawang Brunei.

Beberapa kali Indonesia melepaskan tendangan jarak jauh. Namun belum ada yang mengarah tepat ke gawang Brunei. Belum juga mendapat gol tambahan, Indra memasukkan Syahrin Abimanyu menggantikan Muhamad Luthfi.

Di menit ke-63, Indonesia nyaris menambah kedudukan. Aksi Egy merangsek ke dekat gawang di akhiri dengan melepas umpan kepada Rafli yang berdiri bebas. Namun Rafli gagal menendang bola dengan sempurna lantaran kakinya terlihat mengalami kram. Ia diganti Hanis Saghara.

Tak lama berselang, Indonesia memperbesar keunggulan jadi 7-0 lewat tandukan Witan. Semenit berselang, gol kedelapan Indonesia langsung lahir lewat aksi Hanis memanfaatkan umpan Egy yang lagi-lagi menusuk dari sisi kanan.

Selanjutnya, peluang demi peluang kembali diciptakan pemain Indonesia. Di menit ke-83, Hanis nyaris menambah gol. Bola dari kaki Witan bisa diambil alih dan langsung ditendang, namun aksinya bisa diredam Amirul Hakim.

Di sisa waktu pertandingan, serangan bertubi-tubi Indonesia tidak ada lagi yang membuahkan gol. Indonesia menang 8-0.

Susunan Pemain

Brunei: Amirul Hakim, Muhammad Rahimin, Abdul Wadud, Muhammad Nazif (Aslam Abdul 90'), Muhammad Wefi, Muhammad Nur Asyraffahmi, Muhammad Hanif (MD Nazmie 86'), Muhammad Abdul Mateen, Muhammad Aqil Abdul Hariz, Muhammad Azirul Asmadi

Indonesia: Muchamad Aqil Savik, Kadek Raditya, Samuel Christianson, Rachmat Irianto, Dedi Tri Maulana, Muhammad Luthfi (Syahrin Abimanyu 60'), Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Feby Eka (Saddil Ramdani 46'), Asnawi Mangkualam, Muhammad Rafli (Hanis Saghara 65')

Timnas Indonesia U19 Wajib Menang di Laga Kontra Brunei


OLE777 - Timnas Indonesia U-18 akan berhadapan dengan Brunei Darussalam U-18 dalam laga pamungkas Grup B Piala AFF 2017 di Stadiom Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (13/9/2017).

Anak-anak asuh Indra Sjafri diwajibkan memenangi pertandingan dengan skor telak.

Kemenangan besar untuk menghindari segala kemungkinan non-teknis, seperti adanya kemungkinan main mata atau kejadian tak diduga saat laga antara tuan rumah Myanmar kontra Vietnam.

Pasalnya, duel keempat atau terakhir di Grup B ini tidak digelar secara bersamaan. Laga Indonesia kontra Brunei digelar lebih dulu pada pukul 15.30 WIB.

Sedangkan laga Myanmar kontra Vietnam digelar pada pukul 18.30,
Indonesia dan Myanmar memiliki poin yang sama, yakni enam poin.

Namun Myanmar unggul selisih gol pascamembantai Filipina 7-0 (+13) dibandingkan Indonesia (+7).

Sementara Vietnam memiliki jumlah selisih gol tertinggi di Grup B (+15), namun sudah memiliki sembilan poin.

Secara matematis, peluang Indonesia ke babak semifinal sangat terbuka lebar.

Syaratnya, pasukan Indra Sjafri harus menang dalam laga pamungkas melawan Brunei.

Menang saja belum menjadi jaminan tiket babak empat besar berada di genggaman Egy Maulana Vikri dkk, karena tuan rumah Myanmar juga masih berpeluang.

Jika Myanmar menang atas Vietnam, Indonesia hahanya bisa lolos bila mengalahkan Brunei dengan margin minimal delapan gol.

Indonesia dapat lolos dengan kemenangan skor berapa pun, asalkan Myanmar dikalahkan Vietnam.

Makannya, jika ingin aman Indonesia harus memenangi laga kontra Brunei dengan skor besar.

Pelatih Indra Sjafri mengatakan, dia sadar betul betapa krusialnya laga nanti. Untuk itu, dia akan mempersiapkan timnya dengan sebaik-baiknya.

"Kami wajib menang di laga melawan Brunei Darussalam demi lolos ke semifinal. Kami harus meraihnya dengan banyak gol," ujar Indra

Indra ogah menoleh ke belakang membicarakan kekalahan dari Vietnam, meski diakuinya dirinya terkejut dengan kekalahan itu yang dianggapnya di luar dugaan.

Indra lebih memilih fokus memperispakan timnya menghadapi Brunei.

"Kami menatap ke depan. Anak-anak harus bisa mengalahkan Brunei. Tugas saya menyiapkan taktik dan strategi untuk memenangi laga ini," katanya.

Selasa, 12 September 2017

2 Skenario Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U18


Yangon - Kekalahan Timnas Indonesia U-19 atas Vietnam Senin kemarin memperkecil peluang lolos Egy Maulana Vikri cs ke babak semifinal Piala AFF U-18. Secara matematis, nasib Timnas Indonesia untuk lolos juga berada di tangan Vietnam yang akan menghadapi Myanmar pada laga terakhir.

Dua tiket ke babak semifinal masih diperebutkan oleh 3 tim teratas Grup B. Vietnam yang berada di puncak klasemen dengan raihan 9 angka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket juara grup.

Satu tiket lainnya akan diperebutkan Timnas Indonesia U-19 dan Myanmar. Kedua tim membutuhkan hasil menang pada laga terakhir. Saat ini Indonesia berada di posisi ketiga klasemen Grup B setelah pada laga lainnya kemarin Myanmar mampu membungkam Filipina dengan skor 7-0.

Hasil itu membuat Myanmar unggul dalam produktivitas gol atas skuad Garuda Nusantara meskipun mengantongi nilai sama, 6 dari 3 pertandingan. Myanmar saat ini memiliki surplus 13 gol sementara Timnas Indonesia U-19 hanya memiliki surplus 7 gol saja.

Pada laga terakhir Indonesia akan bertanding melawan Brunei Darussalam yang tak lagi berpeluang lolos ke semifinal. Indonesia harus menang besar dengan minimal 8 gol tanpa balas jika ingin tetap menjaga peluang lolos. Hal itu untuk mengantisipasi jika pada laga lainnya Myanmar secara mengejutkan bisa menjungkalkan Filipina dengan skor minimal 1-0.

Jika skenario ini terjadi, Indonesia bisa saja keluar sebagai juara grup dengan nilai 9 namun lebih unggul dalam hal produktivitas gol atas Myanmar.

Skenario kedua adalah jika laga Vietnam mampu menahan imbang atau pun menang atas Myanmar. Jika hal itu terjadi, maka tugas Egy cs akan lebih mudah karena mereka hanya butuh kemenangan atas Brunei tanpa mempedulikan selisih gol. Dengan skenario ini Timnas Indonesia U-19 akan bertengger di posisi kedua di atas Myanmar pada klasemen akhir.